KALEIDOSKOP




Label

Rabu, 02 Maret 2016

kisah nyata dan inspiratif mengenai kisah Sayyidina Umar menangis ketika menguji bocah kecil penggembala kambing



Kisah Sayyidina Umar

Alkisah, suatu hari Sayyidina Umar bin Khattab berkeliling meninjau wilayah perkampungannya. Di tengah perjalanan, Sayyidina Umar melihat seorang budak kecil yang sedang menggembala puluhan kambing.

Dalam benaknya, Sayyidina Umar ingin menguji kepintaran budak kecil si penggembala kambing tersebut. Sayyidina Umar lalu mendekati budak itu dan mengutarakan niatnya untuk membeli sebuah kambing yang digembala si bocah.
“Nak, kambingmu saya beli satu boleh?” tanya Sayyidina Umar mengawali perbincangannya.

“Saya ini budak, saya tidak memiliki kewenangan untuk menjual kambing ini. Semua kambing milik majikan saya tuan,” jawab si penggembala dengan kejujurannya.
“Meski milik majikanmu, kalau saya beli satu nanti kamu laporan kepada majikan bahwa kambing yang kamu gembala dimakan macan satu ekor,” timpal Sayyidina Umar menguji dengan pura-pura mengajari sikap berbohong.

Dalam pikiran Sayyidina Umar, si budak ini pasti akan melepaskan satu ekor untuk dijual kepadanya. Namun tak diduga si Budak kecil ini memberikan jawaban lain.
“Saya tidak mau melakukan itu tuan, karena semuanya nanti bisa kelihatan. Meski juragan (pemilik kambing) tidak tahu tetapi Allah akan mengerti dan mengetahui yang saya lakukan,” jawab si budak tegas.

Mendengar jawaban itu, Sayyidina Umar seketika menangis seraya menepuk-nepuk bangga di pundak punggung si budak. Dari peristiwa ini, Sayyidina Umar mendapat ilmu dari bocah penggembala.
Hikmah kisah ini adalah bahwa Allah itu Maha Tahu. Jadi manusia berbuat apapun meskipun tidak diketahui siapapun namun Allah tetap akan mengerti. Maka berbuatlah yang baik-baik supaya dicatat dan mendapat balasan kebaikan dari Allah di hari akhir kelak.

*Judul Asli: Kisah Sayyidina Umar dan Bocah Penggembala Kambing, (ditulis oleh Qomarul Adib di nu.or.id)

* Kisah ini disampaikan Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi yang menerangkan surat Al-Hadid dalam pengajian rutin Tafsir Al-Qur’an di Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Ahad (21/7).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About The Author

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Total Tayangan Halaman

Pages - Menu